Halteng TM.com – Awalnya kita mendengar pada tahun 2000 sebagai tahun harapan karena dunia ini akan dikerjakan serba menggunakan mesin (elektronic) itu terbukti. Namun tanpa di bantuan tangan manusia semua itu tak bakalan terjadi. Tetapi bantuan itu meminta pertanggungjawaban dikemudian hari. Jika niat anda baik maka kebaikan yang anda petik, tapi jika buruk bantuan anda maka buruk yang anda akan petik, kita akan di azab.
Sejak awal saya sudah menduga dengan pemilihan serentak yang digabungkan oleh Pemerintah ini. Menurut hemat saya, bahwa Pemilu yang tidak bermartabat, hancur demokrasi dan terutama kepercayaan rakyat terhadap hak berdemokrasi sudah boleh dibilang hancur bagaikan bubur.
Hal ini di sampaikan saksi Parpol PSI Kamaludin Esa Kamis, (09/05/2019) di desa Nurweda Kecamatan Weda siang tadi.
Pertarungan pemilu 2019 yang menguras tenaga, pikiran, finansial dan lain-lain sebagainya. Namun berakhir dengan kecurangan yang tiada tara. Seakan seisi dunia ini telah buta dan tuli serta bisu. “Lihat saja para penyelenggara yang di sumpah menggunakan Al-Quran dan Injil yang diletakkan diatas kepala mereka malah yang terjadi menentang janji dan sumpah yang mereka ucapkan lewat bibir mungil penyelenggara itu,” kesalnya.
Kiranya kata dia, sifat dan karakter penyelenggara seperti itu yang hanya melihat duniawi maka itu sangat berbahaya, kejahatan Pemilu ini bisa dikatakan lebih dasyat dari serangan sekelompok terorisme bersenjata. “Meskipun tak memiliki senjata tapi dapat mengorbankan peserta dan penyelenggara yang ratusan jiwa meninggal dunia, belum lagi peserta yang tidak siap dan stres akibat kejahatan penyelenggara Pemilu,” tegasnya.
Sungguh kalian para penyelenggara akan pertanggung jawabkan semua kejahatan pencurian dan kecurangan suara (hak rakyat) yang kalian lakukan, camkan Allah SWT tidak pernah tidur dan maha tahu dan maha segalanya,” tandasnya. (Ode)














