Maba, Teropongmallut.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Timur Yudhi Salam terindikasi menggelapkan dana santunan Tunjangan Hari Raya (THR) beberapa wartawan Biro Haltim, yang diterima dari Kabag Humas Kabupaten Halmahera Timur beberapa hari yang lalu.
Kabag Humas memberikan santunan THR kepada seluruh 16 awak media wartawan yang di wakili ketua PWI pada pekan lalu namun beberpa wartawan sampai saat ini tidak menerima sepesel pun dari ketua PWI ironisnya Ketua PWI mengatas namakan seluruh wartwan yang terdaftar di daftar Humas.

Saat di konfirmasi kepada Baktiar Abubakar Kepala Bagian Komunikasi dan Statistik (Kabag Humas) Haltim di gedung kantor DPRD pada (31/05) bahwa semua wartawan sudah di berikan santunan THR yang di wakili Ketua PWI “Setahu kami dari humas bahwa seluruh wartawan sudah di berikan THR kalau yang lain tidak kebagian berarti ketuanya yang mengatur tidak sesuai,” Ungkapnya
Dari pantawan awak media terpong malut Saiful Abdurahman kepala Biro Haltim terpong malut mengatakan “Sejauh ini ketua PWI tidak pernah memberikan sepesel pun kepada kami beberapa media online di Haltim dan setelah kami mendapat informasi langsung dari Kabag Humas kami juga segera menghubungi Ketua PWI Yudhi melalui via chat wahatsapp namun sampai saat ini tidak ada respon dari ketua PWI kami juga sesali tindakan pilih kasih yang di lakukanya, seharusnya hak kami di berikan kini ketua PWI malah menahan dan entah di kemanakan kami juga menilai bahwa ketua tidak amanah sebagai pimpinan,” ungkap ipul.
Kepada Wartawan Ilham Husen salah satu wartawan lentera malut biro haltim juga membenarkan hal ini, Ilham juga mengatakan ” Kabag memberikan THR bukan untuk PWI tapi semua wartawan yang terdaftar di Humas jadi Soal sentimen dalam pemberitaan jangan dibawa ke hal – hal seperti ini karena itu adalah amanah kami juga tidak menuntut tapi setidaknya sebagai pimpinan harus melihat anggotanya dan paham organisasi juga, maka kami berharap kepada PWI provinsi agar dapat mengefaluasi ketua PWI Haltim karena pimpinan seperti ini tidak paham organisasi dan tidak bisa membedakan dimana person dan organisasi takutnya jngan sampai wadah PWI di salah gunakan yang dapat mencedrai nama baik PWI dan seluruh wartawan di Haltim,” ungkap ilham. (Pul)














