Pemdes di Morotai Jadi Korban Efisiensi, Gaji Desember hingga April “Gelap”

Teropong Malut, Morotai — Pemerintah desa (Pemdes) di Kabupaten Pulau Morotai mengeluhkan dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang dinilai berimbas langsung pada kondisi keuangan daerah. Akibatnya, hak-hak perangkat desa seperti gaji dan tunjangan mengalami keterlambatan bahkan belum terbayarkan.

Sejumlah pemerintah desa menyebut, kebijakan efisiensi tersebut membuat anggaran desa mengalami pemangkasan yang tidak wajar, sehingga berpengaruh pada pembayaran gaji yang hingga kini belum jelas kepastiannya.

“Pemerintah desa menjadi korban dari kebijakan efisiensi. Kondisi keuangan daerah juga sedang tidak baik-baik saja, sehingga berdampak langsung pada hak-hak kami,” ujar salah satu sumber di Morotai, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, prinsip pemerataan kesejahteraan dan keadilan seharusnya tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah, tetapi juga harus dirasakan oleh seluruh elemen pemerintahan, termasuk pemerintah desa.

“Pemerintah harus hadir secara adil untuk semua. Jangan hanya ASN yang diperhatikan, tapi kami di desa juga punya hak yang sama,” tegasnya.

Selain terdampak efisiensi, Pemdes juga mengeluhkan belum dibayarkannya sisa gaji selama satu bulan pada Desember 2025, serta gaji bulan Maret dan April 2026. Bahkan, pembayaran gaji Desember disebut masih “gelap” alias belum ada kepastian hingga saat ini.

Kepala Desa Podimor, Morja, dengan tegas meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan tersebut tanpa alasan yang berlarut-larut. “Gaji itu hak, maka harus dibayar, bukan ditunda dengan alasan yang tidak masuk akal. Segera selesaikan pembayaran tanpa alasan,” tegas Morja.

Ia juga mengingatkan, keterlambatan pembayaran gaji dapat berdampak buruk terhadap kinerja pemerintah desa, termasuk menghambat jalannya berbagai program pembangunan di tingkat desa.“Kalau gaji terlambat, tentu akan berpengaruh pada kinerja. Selain itu, kami juga minta agar anggaran dana desa segera dicairkan supaya program bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Red/Taufik Sibua)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *