Ternate | Teropongmalut.com, Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Ternate, Rinto Taib bersaa Direktur A. R. Wallace Correspondence Project. Mr. Paul Wincup, Mr. George Beccaloni dan Mr. Paul Spenser Sochaczweski kepada sejumlah awak media, Selasa (03/09) mengumumkan penemuan lokasi rumah Alfred Russel Wallace, melalui Fratival Kota-Kota Krearltif.
“Pembuktian ini, telah diperkuat melalui temuan surat Wallace ketika Ia berada di Ternate dan menulis surat ke Charles Darwin pada bulan maret tahun 1858 untuk menguraikan teori evolusinya” Katanya
Lebih lanjut Rinto mengungkapkan, Wallace juga memberikan petunjuk yang menggiurkan tentang lokasi rumah dalam bukunya “The Malay Archipelago (1869)” dalam dua keterangannya petunjuk yang paling penting bawa ruamah itu memiliki” Sumur dalam yang memberi saya persediaan air dingin murni dan bentengnya berada tepat dibawah rumah saya” Kutipan buku Wallace
Ada beberapa sejarawan dan penggemar Wallace betahun-tahun telah berusaha menemukan lokasi rumahnya, diantaranya, Prof. Sangkot Marzuki Mantan presiden Akademi pengetahuan Indonesia dan George Beccaloni Sejarawan Wallace asal Inggris.
“Prof. Sangkot Marzuki dan bersama Walikota Ternate 2000-2010 Samsir Andili membuat indentifikasi awal dari sebuah situs Santiong House yang cocok dengan sebagian besar deskripsi Wallace melalui makalah yang di presentasikan dalam acara Wallace di Makasar pada tahun 2008” Ungkapnya
Sedangakan Sejarawan asal Inggris George Beccaloni melalui Juru bicara (Juber) Ilham Abdullah usai seminarnya kepada Teropongmalut.com menjelaskan bahwa, hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktur A. R. Wallace Correspondence Project (Mr. Paul Wincup, Mr. George Beccaloni dan Mr. Paul Spenser Sochaczweski), bahwa ada 7 sumur yang menjadi fokus penelitian dimana tempat rumah Alfrid Russel Wallace yang sebenarnya.
“Namun, hal ini masih tetap dikumpulkan bukti-bukti data yang falid didalam penelitian mereka, agar untuk membuktikan lokasi rumah Wallace atau tempat tinggal yang sebenarnya. itu tidak jauh dari benteng “Front Orange”,
George mengungkapkan, pada awal 2019, dua penduduk Ternate, Fiffy Sahib dan Mudhi Aziz, melakukan survei terhadap sumur-sumur di area umum yang di jelaskan oleh Wallace atas pemintaan Whincup dan Beccaloni.
“Tujuh sumur-sumur tua, dan salah satunya terletak di situs yang cocok dengan deskripsi Wallace. Rumah aslinya, yang terbuat dari kayu dan palemsagu, tentu saja sudah lama menghilang. Keberadaan situ inilah, yang terletak di persimpangan jalan Pipit dan Jalan Merdeka yang menghadap ke sudut barat daya Benteng Oranje yang kini disepakati sebagai situs yang paling memungkinkan menjadi tempat tinggal Wallace yang memiliki makna sejarah sangat besar untuk Indonesia dan juga secara internasional” Ungkapnya. (KJ)
















