Halteng-teropongmalut.com, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Muhammad Rizal, mengakui menerima uang terima kasih dari beberapa Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mendapatkan pekerjaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL ) dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Pengakuan itu disampaikan yang bersangkutan, kepada wartawan teropongmalut.com Lamagi La Ode, di Kantor Perkim Halteng Senin (14/1).
Hal ini menunjukkan bahwa pemberitaan teropongmalut.com pada edisi 09 Januari 2019 dengan judul “Astaga Kadis Perkim Diduga Terima Uang Partisipasi KSM Puluhan Juta Rupiah” benar adanya.

Dengan demikian maka Hak Jawab Kadis Perkim Halteng Muhammad Rizal, yang dikirim ke redaksi teropongmalut.com pada tanggal 11 Januari 2019 dengan Nomor: 640/06/DPKP/2019 perihal Hak Jawab yang ditandatangani sendiri oleh Muhammad Rizal, selaku Kadis Perkim Halteng bertentangan dengan fakta yang sesungguhnya.
Berdasarkan penelusuran wartawan teropongmalut.com,
Lamagi La Ode, mendapatkan keterangan dari sejumlah KSM di Kecamatan Weda dan
Weda Selatan mengaku memberikan uang partisipasi kepada Kepala Dinas Perkim dan
PPK yang terlibat langsung dalam program pembangunan IPAL dan MCK.
Untuk KSM Silota 1 memberikan partisipasi senilai Rp. 10 juta kepada Kadis Perkim. Sementara PPK diberikan Rp 2,5 juta. Untuk KSM Silota 2 Desa Loleo Kecamatan Weda Selatan juga memberikan uang senilai Rp 10 juta kepada Kadis Perkim, sedangkan untuk PPK diberikan uang senilai Rp 2,5 juta.
KSM desa Nusliko mengaku memberikan
uang partisipasi senilai Rp. 5 juta kepada Kadis Perkim. Sedangkan untuk PPK kurang
lebih Rp. 5 juta.
Sementara kelompok KSM di Kecamatan Weda menjelaskan PPK menerima uang dari KSM sudah lebih dari Rp. 5 juta selama dua kali pencairan, “ini belum lagi Kepala Dinasnya,” jelas sejumlah sumber yang enggan membeberkan identitasnya.
sumber teropongmalut.com menjelaskan semua KSM pada prinsipnya memberikan uang partisipasi kepada dinas perkim, dengan alasan karena pekerjaan itu hasil dari lobi-lobi Kadis Perkim. “ kami dapat mengelola pekerjaan itu karena lobi-lobi dari kadis perkim,” kata sumber itu kepada wartawan teropongmalut.com.
Sementara itu Kadis Perkim Muhammad Rizal, mengaku sebagai manusia biasa dia tidak munafik, dia menerima uang dari KSM karena diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih. “Saya nda munafik, saya terima, jujur saja.. tapi itu kan diakhir tahun. Saya Cuma orang kasi terima kasih. Apakah ada kebijakan dari saya atau PPK yang minta kan nda ada la orang kasi tanda terima kasih, lebih banyak tidak kasi daripada kasi,” kata Kadis Perkim via handphone saat dikonfirmasi redaksi teropongmalut.com Senin (14/1) malam pukul 12.04 wit. (Od/red)































