Penulis : Farid Amir
Editor : Redaktur
Halteng, Teropong malut.com – Dorang bayar buruh dengan upah sekedarnya, kalau tara mau terpaksa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau yang lebih kren lagi Kontrak Tak dilanjutkan.
Sebenarnya masalah kesejahteraan buruh bukan hanya soal gaji, masalah jam kerja dan tekanan kerja juga sebenarnya perlu untuk katong sorot.
Di dunia industri banyak katong temui karyawan bergaji besar tapi hidupnya penuh tekanan, dan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk pekerjaannya hingga tak merasakan indahnya hidup. Ini bahkan memunculkan tingkat stress yang tinggi di kalangan pekerja. Pekerja dianggap sebagai robot, mesin pencetak uang bagi para pemegang saham. Apalagi nasib buruh perempuan yang harus pergi pagi pulang petang, padahal suami dan anak-anaknya menanti perhatian dan kasih sayangnya di rumah. Ini seharusnya membuat kita turut berpikir mengapa hal tersebut terus berlarut.
Dalam bisnis kita mengenal prinsip ekonomi yang menyatakan bahwa pengeluaran harus seminimal mungkin dan pendapatan harus semaksimal mungkin. Maka tidak heran para konglomerat pemilik industri-industri besar ini sangat perhitungan dalam mengeluarkan upah untuk karyawan atau menjaga kelestarian alam. Semua ini tentu akan berbeda jika kita kembali meneladani nasehat Allah dan Rasul-nya.
Berikanlah gaji kepada pekerja sebelum kering keringatnya, dan beritahukan ketentuan gajinya, terhadap apa yang dikerjakan. (HR. Baihaqi).
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (TQS Al-Baqoroh ayat 11-12)
Getir juga merenungi negeri Zamrud Khatulistiwa ini yang masih terlilit kemiskinan. Apakah kemiskinan ini diciptakan oleh faktor individu semata, atau ini adalah pemiskinan sistemik? Kekayaan alam melimpah tapi tak dirasakan oleh masyarakat luas. Jika kita melihat industri pertambangan di tanah air, maka kita dapati sebagian besarnya adalah perusahaan asing.


























