Ternate | Teropongmalutm.com Menyikapi surat Instruksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia yang dikeluarkan pada tanggal 18 september kemarin. Seluruh kampus se Kota Ternate melaksanakan aksi serentak menolak RUU KUHP oleh anggota DPRD yang dianggap kontroversial dan dapat merugikan masyarakat itu.
Dari pantauan Teropongmalut.com, di tengah-tengah para demonstran, masa aksi yang tergabung adalah berbagai kampus ini telah berhasil menduduki kantor DPRD pada Pukul 11.00 sampai 04.00 WIT.
Perlu diketahui juga, seiring berjalannya demonstrasi, ditandai dengan pembakaran ban bekas sebagai simbol protes terhadap anggota dewan DPRD yang di anggap gegabah menetapkan RUU KUHP. Masa aksi juga sempat bentrokan dengan pihak kepolisian, sehingga langkah yang diambil harus ditembaki dengan gas air mata, akhirnya 1 aktivis demonstran mengalami cacat muka serius.
Sementara hasil hering terbuka antara mahasiwa dengan Anggota DPRD Kota Ternate, yang di wakili langsung ketua Dewan sementara Muhajirin Bailusi menyampaikan, sesuai hasil tuntutan masa aksi mengenai pertentangan RUU KUHP yang akan di tetapkan anggota DPRD harus dikontrol melalui dengan gerakan turun jalan
“Kami memastikan bahwa seluruh kebijakan pemerintah harus di sampaikan melalui gerakan-gerakan seperti ini secara ketat dari mahasiswa, termasuk di wilayah Provinsi Maluku Utara khususnya di Kota Ternate” Katanya
Lebih lanjut Muhajir menuturkan, atas nama DPRD kota Ternate, sangat memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada elemen gerakan mahasiswa, bahwa di era reformasi harus membutuhkan perubahan di berbagai sudut kehidupan bermasyarakat
“Sebagai anggota DPRD, saya memastikan agenda reformasi adalah agenda kita semua, bukan hanya agenda teman-teman mahasiswa tapi seluruh teman-teman elemen masyarakat yang ada di Maluku Utara. Oleh karena itu kami dari DPRD kota Ternate bersikap, menolak Revisi undan-undang KPK dan RKUHP” Tuturnya
Tambahnya, Ia dan teman-temanya berkeyakinan akan tetap konsisten menjaga perdamaian dan Adat istiadat sebagai bagian dari kekuatan untuk menoleh percepatan pembangunan
“Kita adalah bagian dari teman-teman yang pernah menyatakan reformasi adalah agenda tunggal yang tidak bisa di tawar-tawar oleh siapa pun. Masalah yang terjadi hari ini harus menjadi bagian perjuangan anak cucu kita kedepan. Artinya Indonesia harus bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme” Tambahnya
Dalam penyampaian terakhirnya Muhajir menegaskan, sebagai representasi wakil rakyat tetap konsisten memperjuangkan hak-hak rakyatnya
“Intinya, kami sudah sampaikan sebagai Anggota DPRD kota Ternate, tetap konsisten dengan perjuangan rakyat. Bagi kami Undang-undng KPK merupakan harga mati untuk bisa mempercepat pembangunan di Indonesia”. Tegasnya. (KJ)





























