Jailolo, TeropongMalut – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum anggota DPRD Pulau Morotai, Yafet Sidogol, resmi memasuki babak baru. Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Halmahera Barat telah menetapkan Yafet sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Halmahera Barat, AKBP Erlichson Pasaribu, kepada awak media pada akhir pekan lalu.
“Yafet Sidogol sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penanganan kasus ini dilakukan secara profesional berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan bukti-bukti,” ungkap AKBP Erlichson. Ia menambahkan bahwa setelah penetapan tersangka, Yafet akan kembali menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan langsung ditahan.
Kasus yang menyeret nama Yafet Sidogol bermula dari insiden di Desa Akelamo, Kecamatan Sahu Timur. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah korban, Mus D. Jalil, mengunggah kronologi dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Mus, yang saat itu mengendarai sepeda motor, menyalip mobil yang dikendarai Yafet dan adiknya. Sebelum menyalip, Mus sempat membunyikan klakson sebagai isyarat untuk meminta jalan dan mengangkat jempol sebagai tanda terima kasih setelah diberi ruang. Namun, isyarat sederhana ini ternyata disalahartikan oleh Yafet, memicu kesalahpahaman yang berujung pada dugaan penganiayaan.
Yafet dan adiknya diduga langsung menghentikan Mus di depan rumah adat Desa Akelamo, lalu terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap korban. Insiden ini tidak hanya menjadi perhatian publik lokal tetapi juga menyulut diskusi di media sosial terkait tindakan oknum pejabat publik.
Kapolres Halmahera Barat menegaskan bahwa penyidik akan bekerja secara transparan dan profesional dalam menangani kasus ini. “Tidak ada perbedaan dalam penanganan kasus, meskipun pelaku adalah pejabat publik. Semua diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata AKBP Erlichson.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial. “Percayakan proses hukum kepada pihak kepolisian,” tambahnya.
Kasus ini menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak pihak mendesak agar Yafet diberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah, mengingat posisinya sebagai wakil rakyat. Beberapa lainnya menyoroti pentingnya menjaga emosi dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal kecil di jalan raya.
Dengan status tersangka, Yafet Sidogol kini harus menghadapi proses hukum yang tidak hanya akan menentukan masa depannya sebagai pejabat publik, tetapi juga menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga sikap dan perilaku, terutama dalam ruang publik.
Jurnalis: Taufik Jakarta





























