Jakarta, TeropongMalut – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menekankan pentingnya peran petugas embarkasi dalam keberangkatan jemaah haji gelombang kedua ke Arab Saudi. Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, M. Zein, dalam konferensi pers di Jeddah, terkait penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M.
Gelombang kedua, yang dimulai sejak 16 Mei 2025, memiliki karakteristik khusus yang memerlukan perhatian ekstra. M. Zein menyoroti beberapa poin krusial:
- Verifikasi Data yang Teliti: Verifikasi data jemaah harus akurat dan tervalidasi sebelum keberangkatan karena sistem pra-manifest terkunci lima jam sebelum take-off. Kesalahan data dapat mengganggu proses imigrasi dan keseluruhan sistem penerbangan.
- Penandaan Visual yang Disiplin: Pemberian penanda visual (stiker warna pada paspor dan pita warna pada tas) berdasarkan layanan syarikah harus dilakukan secara disiplin untuk menghindari kekeliruan rute pelayanan di Jeddah, terutama bagi kloter dengan layanan syarikah campuran.
- Pakaian Ihram dan Manasik: Petugas harus memastikan jemaah gelombang kedua (yang langsung menuju Makkah) telah berpakaian ihram dan memahami manasik ihram sebelum naik pesawat.
- Penggunaan Kartu Nusuk: Petugas harus memastikan jemaah memahami penggunaan Kartu Nusuk, memberikan pendampingan intensif bagi jemaah lansia atau yang kurang familiar dengan teknologi.
M. Zein menegaskan bahwa kesiapan petugas embarkasi di tanah air merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan mabrur di Arab Saudi. (TS)





























