Miris Nasib Generasi Haltim Pemda Hanya Menjanjikan Dua Kata “Akan dan Nanti”…?//

Maba, TM.com – Perguruan tinggi di Kabupaten Halmahera Timur akan di jadikan sebuah mimpi manis janji pemda kepada masyarakat, banyak kalangan netizen berkomentar tentang usulan HIPMI Haltim jakarta kepada DPRD Kabupaten Halmahera Timur pada, (13/6) di link berita teropong malut aksi kemarin.

Ironisnya telah diduga Pemda pernah membuat perencanaan rancangan pembangunan gedung kampus universitas politeknik jiko mobon Kabupaten Halmahera Timur, yang teleh dibahas pada masa priode 2005 sampai 2010 namun setelah priode selanjutnya tak kunjung kabar lagi hingga saat ini sungguh sangatlah miris nasib para regenerasi Haltim.

FOTO : Aksi HIPMI Haltim Jakarta

Beberapa kolom komentar yang di kutip dari salah satu mahasiswa aktif HPMHT bahwa sudah jelas nampaknya asrama HPMHT Makassar sampai saat ini belum terealisasikan sepenuhnya, salah satu komentarnya adalah “Bagara DPRD mendukung itu akan 20 tahun yang akan datang baru jadi, Asrama Parmanen Untuk semua Organda saja, tra lia depe rupah, Padahal sudah ada dukungan dari DPRD haltim bahkan suda di sahkan dalam rapat pembahasan pada tahun – tahun kemarin tapi sampai saat ini tidak terealisasi,” ungkap (RN) pada kolom komentar akun facebook miliknya.

Selain mahasiswa aktif ada juga salah satu senior alumni HPMHT ikut berkomntar membenarkan hal ini serta menjadi tanda tanya pada masyarakat, sementara sebagian masyarakat Haltim sudah terbuai dengan janji pemda, “Perguruan Tinggi..???
Sekelas Asrama parmanen saja dari jaman torang masih kuliah sampe so karja so kaweng belum ada sampai saat ini, Jangn dulu yang lain kota makassar dan jogja kan so disepakati yang akan dibangun kamuka, sampai sekarang makassar punya belum terealisasi kong kelas perguruan tinggi???. Insya Allah Bisa,” Kata (ND) pada kolom komentar akun facebook miliknya.

FOTO : Fahrudin Jambi

Kepada wartawan Fahrudin Jambi Sekjen LIN Haltim yang juga salah satu alumni Makassar pada, (14/6) mengatakan “Haltim seharusnya sudah layak memiliki kampus atau perguruan tinggi karena banyak masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya harus jauh datang ke kota – kota yang cukup menelan biaya begitu besar, kasian bagi yang tidak mampuh generasi yang baru kluar di bangku SMA yang cukup suda bisa menjadi salah satu persyaratan untuk dapat mendirikan yayasan atau kampus perguruan tinggi, karena itu dapat meringankan beban masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anak mereka dan Haltim juga apat mengelola perputaran perekonomian masyarkat serta dapat meramaikan pusat kota maba,” ujarnya.

Lanjut Fahrudin “Kiranya kita patut pertanyakan alasan yang pasti sehingga kampus perguruan tinggi tidak semudah itu dibangun karena bnyak persyaratan yang harus di penuhi, lantas beberapa asrma mahasiswa haltim di beberapa kota besar kenapa sampai saat ini tidak terealisasikan, padahal sudah kita ketahui bersama itu adalah kewenangan dan kebijakan pemda, sempat kami mendapat informasi dari teman – teman mahasiswa beberapa waktu lalu ada tim dari DPRD komisi 3 sudah mensurvei lokasi pembangunan asrama di salah satu kota, yakni makssar, dan pertanyaan adalah kenapa baru sekarang di progreskan setahu kami itu rancanganya suda pada tahun – tahun yang lalu, ketakutan kami jangan sampai ini adalah modus dibalik momentum Pilkada 2020 akan datang, sehingga pembangunan asrama tersebut di politisir,” ungkapnya

Tambah Fahrudin “Selain itu kita kembali ke kabar dugaan rancangan pembangunan Kampus Universitas Politeknik Jiko Mobon yang di bahas pada priode 2005 – 2010 kenapa tidak dilanjutkan.
Sungguh sangat miris nasib generasi Haltim, masa haltim yang di kelilingi begitu banyak perusahan lingkar tambang namun tidak mampuh membangun kampus perguruan tinggi ada apa sebenarnya,” tanya Fahrudin. (Pul)

IMG-20251219-WA0016
IMG-20251219-WA0016
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *