Perampas Warisan: Ketamakan Tanpa Malu yang Menghancurkan Hak Ahli Waris

Oleh : Odhe

Editor : Redaktur

Sejak awal 2000-an, Indonesia diam-diam menyaksikan praktik keji yang terus berlangsung—perampasan hak waris dari tangan para ahli waris yang sah. Ini bukan sekadar konflik keluarga, tapi wajah ketamakan yang dipertontonkan tanpa malu, tanpa nurani.

Mereka yang tak memiliki legitimasi sebagai ahli waris, justru tampil sebagai penguasa. Dengan penuh percaya diri, mereka menempati, menguasai, dan menikmati aset-aset warisan yang nilainya luar biasa. Sementara itu, ahli waris yang sah—yang seharusnya hidup layak dari warisan itu—justru terpinggirkan, menderita, bahkan terpaksa meminjam uang untuk bertahan hidup. Ironi ini merobek rasa keadilan.

Dugaan praktik manipulasi dokumen, tekanan psikologis, bahkan intimidasi terang-terangan terhadap ahli waris terus terjadi. Negara dan aparat hukum seolah menjadi penonton bisu di tengah parade kejahatan hak waris yang semakin menggila. Ketika yang bukan ahli waris kehilangan rasa malu dan menghalalkan segala cara, maka kehancuran nilai-nilai kemanusiaan telah nyata di depan mata.

Sampai kapan para perampas warisan ini terus berkuasa di atas penderitaan orang lain? Sudah saatnya hukum dan moral bicara. Hak ahli waris bukan untuk diperebutkan secara biadab, tapi ditegakkan dengan keadilan. (****)

IMG-20251219-WA0016
IMG-20251219-WA0016
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *