Tidore, TM.com – Rabu, (27/11/2019) pukul 9.00 WIT ratusan warga desa Tului Kecamatan Oba Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara memboikot akses jalan lintas Payahe – Sofifi sehingga ratusan mobil penumpang dan dumptruk ikut antrian panjang di sepanjang jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari warga setempat bahwa pemboikotan jalan itu terjadi karena tidak terima baik tapal batas yang dinilai merugikan warga masyarakat Desa Tului.
“Tapal batas antara desa Tului dan Toseho Kecamatan Oba dinilai merugikan sebelah pihak yakni warga desa Tului yang dirugikan dalam tapal batas ini,” ujar sejumlah warga yang ditemui pagi tadi.

Pemboikotan jalan lintas itu dikabarkan sudah yang kelima kalinya dilakukan oleh warga setempat. Rabu hari pemboikotan jalan kembali berlanjut ketika Walikota Tikep Capt. Ali Ibrahim dan pihak Kesultanan memasang patok tapal batas tepatnya di pohon durian tanpa sepengetahuan masyarakat Desa Tului.
Warga mengaku bahwa pemasangan patok tapal batas Kepala Desa Tului saja tidak tau karena tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat.
Warga menyebutkan bahwa masalah tapal batas ini sudah berkepanjangan karena sudah yang kelima kalinya. Awalnya konflik terjadi beberapa bulan lalu kemudian Pemkot Tikep mengundang perwakilan dari kedua Desa untuk minta pendapat dan saran. Namun, sampai saat ini belum ada penyelesaian.
Pantauan awak media di jalan Desa Tului Kecamatan Oba terlihat ratusan mobil penumpang dan dumptruk yang antri panjang akibat tak bisa lolos dari aksi pemboikotan jalan itu. Selain itu, ratusan kendaraan roda dua pun ikut antrian panjang karena semua akses jalan di boikot oleh warga masyarakat Tului.
Dampak dari pemboikotan jalan itu khusus mobil penumpang dari Sofifi, ratusan penumpang terpaksa menjinjing barang bawaan mereka untuk menukar mobil menuju Weda dan begitu sebaliknya. Terlihat puluhan anak kecil menangis karena terlihat takut dengan aksi pemboikotan itu. (Ode)















