Halteng, TM.com – Warga Kecamatan Weda keluhkan proyek drainase di dua titik karena proyek drainase tersebut dinilai memperkeruh transportasi warga. Pasalnya, jalan diruas RSUD Weda kurang lebih 100 meter arus lalulintas terpaksa digabung dan ruas persimpangan lampu merah depan kantor Bawaslu sering mengalami kemacetan.
Hal ini disebabkan adanya galian drainase oleh pihak kontraktor sehingga menyebabkan jalur jalan dialih fungsikan. Tadinya jalan tidak berlawanan arah sekarang sudah berlawanan arah sehingga ditakutkan terjadinya ketabrakan.
Untuk itu, pihak kontraktor diminta untuk memprioritaskan pekerjaan drainase yang sudah dibuat galian agar akses jalan kembali normal,” jelas Ahkamil Hamid Sabtu, (16/11/2019) sore tadi.
Menurut Ahkamil bahwa dipersimpangan jalan lampu merah desa Were yang sudah ada digali pihak kontraktor sering terlihat macet karena tumpukan galian matrial pengerjaan proyek drainase itu sudah memakan badan jalan sehingga jalan terlihat kecil untuk dilewati para pengendara apa lagi dumptruk,” akunya.
Akibatnya, jalan akses lampu merah sering macet dan takutnya terjadi kecelakaan lalulintas. Karena itu pengendara yang melintas di lokasi itu diharuskan untuk ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan
Parahnya lagi, menurut warga ruas persimpangan jalan sering terjadi kecelakaan.
“Kami minta ini drainase ini segera dikerjakan karena warga sangat membutuhkan jalan ini,” pintahnya.
Dikabarkan proyek senilai 3,4 milyar ini belum diketahui dikerjakan kontraktor mana. Sebab, hingga tahapan pekerjaan dilakukan belum terpampang identitas proyek,” kesal Ahkamil. (Ode/Red)




















