Maba TM.com – Warga Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) selalu mengeluh dan bertanya – tanya soal jalan lintasan antara Kota Maba menuju Kecamatan Maba Selatan kapan di selesaikan.
Dengan kondisi jalan yang cukup meprihatikan berlubang dan di tambah rawanya suku togutil yang sering berkeliaran di sekitaran ruas jalan tersebut sehingga membuat warga tak nyaman pada saat melintasi jalan dari Maba menuju ke Desa Gotowasi atau sebaliknya dari Desa Gotowasi menuju ke Kota Maba.
Menurut Kadis pekerjaan umum dan penataan ruang ( PUPR ) Halmaherah Timur Revolino merbas saat di konfirmasi melalui via telephone, mengatakan jalur lintas antara Maba Gotowasi pihak PUPR Haltim akan tindak lanjut memperbaikannya.”Iya kalu itu memang Gotowasi – Maba itu akan di perbaiki” Kata Kadis PU. Kamis (26/7/2018) tahun lalu.
Revo juga menambahkan, jalur antara Maba Gotowasi di pastikan pada tahun 2018 ini akan ada perbaikan spot spot yang rusak untuk Maba Gotowasi Kecamatan Maba Selatan.”Jadi nanti ada perbaikan di pastikan tahun ini kan di kerjakan tapi akan kita perbaiki yang spot-spot yang rusak untuk Maba Gotowasi ” Terangnya. namun sampai saat ini proyek tersebut belum terealisasi.
Kepada wartawan salah satu warga Desa Waci Fahrudin Jambi mengatakan, “Jalan lintas yang menghubungkan Maba Selatan dan Kota Maba sudah semakin rusak ditambah dengan adanya suku togutil yang berkeliaran disekitaran areal hutan belantaran belakang Kecamatan Maba Selatan membuat warga semakin merasa ketakutan dan konsentrasipun terbagi saat melintasi jalan tersebut, warga harus berhati – hati dalam berkendaraan maupun ihtiar dengan kawanan suku togutil yang selalu berkeliaran paska kejadian pembunuhan di areal belakng Desa Waci warga juga harus mengantisipasi ikhtiar saat melintasi jalan tersebut,” katanya.
Lanjut Fahrudin “Pemda harusnya mengambil sikap langkah dan kebijakan agar jalan lintas yang termasuk rawan ini dapat di prioritaskan dan diutamakan terlebih dulu karena bisa membahayakan warga apa lagi paska kejadian beberapa waktu lalu di hutan belantaran Desa Waci, maka ketakutan warga semakin besar, takutnya bila warga yang beraktifitas melintasi jalan tersebut bertemu dengan kawanan suku togutil tersebut saat ini belum terjadi apa – apa namun sampai terjadi ini salah siapa, sementara jalan lintasan tersebut masih sering di teror oleh OTK atau suku togutil tersebut, Kami warga Maba Selatan juga sudah muak dengan janji – janji manis Pemda dari tahun ke tahun sampai saat ini jalan tersebut masih di banjiri lubang dan bebatuan yang berhamburan,” tutupnya (Pul)





















