Halteng, Teropongmalut.com – Dalam rangka rekrutmen Polri SIPSS, AKPOL, BINTARA, dan TAMTAMA program POLRI Tahun 2019 ini, jajaran Polda Malut salah satunya Polres Halteng mulai action menggelar sosialisasi rekrutmen yang bertempat di gedung Pertemuan Kantor Camat Weda Selatan di desa Wairoro Indah Rabu, (23/01/2019) siang tadi.
Sosialisasi Rekrutmen Proaktif Anggota Polri SIPSS, AKPOL, BINTARA, dan TAMTAMA yang bertajuk Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis Serta Clear And Clear ini langsung dibuka oleh Kapolres Halteng AKBP. Andri Hariyanto, SIK.

SIPSS, AKPOL, BINTARA, dan TAMTAMA
Hadir dalam kegiatan itu, Kapolres Halteng AKBP Andri Hariyanto, SIK, Kabag Sumda AKP. M. Yamin Fataruba, perwakilan Kepala Sekolah SMK NEGERI 5 Halteng, Said Soleman S.Pd, perwakilan camat Weda Selatan Malik Muthalib, para Kepala Desa se Kecamatan Weda Selatan serta puluhan pelajar SMA/SMK yang kurang lebih berjumlah 90 orang siswa.
Sebagai susunan acara perwakila Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Halteng, Said Soleman S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Polres Halteng yang mana telah melakukan sosialisasi rekrutmen Polri SIPSS, AKPOL, BINTARA, dan TAMTAMA program Polri tahun 2019 ini. Sebab, bukan lagi kita mencari informasi tetapi kita sudah diberikan informasi. Untuk itu, sekali lagi kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih atas terlaksananya kegiatan sosialisasi ini,” ungkapnya.
Kapolres Halteng AKBP. Andri Hariyanto, SIK. dihadapan seluruh undangan sangat berharap kepada generasi Halteng (pelajar) agar bisa lulus dalam rekrutmen anggota POLRI, SIPSS, AKPOL, BINTARA, dan TAMTAMA,” harapnya.
Untuk itu mulai dari sekarang kata Kapolres, adik-adik sudah harus mempersiapkan diri, terutama belajar karena nilai (belajar), dan menjaga kesehatan sangat penting. Sebab, dengan olahraga dapat penyerapan oksigen yang lebih banyak. Untuk itu, olahraga sambil belajar, jaga kesehatan makan yang teratur dan lebih utama lagi jangan merokok serta konsumsi minuman keras (miras),” pintahnya.
Dengan adanya teknologi yang serba canggih (millennial) di zaman era ini, diminta kepada adik-adik pelajar untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan ponsel Androidnya terutama mengakses/memposting hal-hal yang negatif. Sebab saat ini dengan UU ITE dapat menjerat sejumlah pelaku sehingga patut berhati-hati. Untuk itu, hindari solusi terbaik,” pintahnya. (Od)
























