Halteng TM.com – Sejumlah warga masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah, mulai dari desa Sumber Sari Kecamatan Weda Selatan sampai semenanjung Pulau Yoi Kecamatan Pulau Gebe melirik program yang dicanangkan pemerintah desa bisa dibilang belum signifikan karena masih ada rasa keragu-raguan dalam pengelolaan dana desa yang dikucurkan milyaran rupiah oleh pemerintah,” jelas Hamdan Selasa, (08/07/2019) pagi tadi.
Buktinya, sudah banyak perangkat desa yang terseret dalam kasus pidana korupsi karena dalam setiap pekerjaan mau melibatkan diri secara langsung alias tidak membentuk Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK), dan maunya mengelola dana desa secara langsung karena masih ada rasa keragu-raguan soal pertanggung jawaban atau soal keuntungan.
“Artinya biar basa asalkan jangan basa kayub,” ungkap berbagai sumber yang datangnya dari warga masyarakat ini,” ujarnya.
Akibat dari kinerja semacam itu akhirnya banyak perangkat dan Kepala Desa tersandung kasus korupsi. Saat ini ada beberapa kasus Kepala Desa sudah diperiksa di penyidik Kejaksaan Negeri Weda karena maunya basa Kuyub.
“Hal ini sangat fakta dilapangan, sehingga banyak para Kades dan perangkatnya tersandung kasus pidana korupsi,” tandasnya. (Ode)
















