Kapal Basarnas Meledak di Perairan Gita, Tiga Orang Meninggal Dunia dan Satu Wartawan Masih Hilang

Maluku Utara, TeropongMalut – Tragedi nahas terjadi pada Senin, 3 Februari 2025, ketika sebuah kapal milik Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Maluku Utara meledak di perairan Gita. Insiden ini menewaskan tiga orang, termasuk satu anggota Polairud, dan satu wartawan masih dinyatakan hilang. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.

Menurut informasi yang beredar di media sosial, kapal tersebut sedang mengangkut tiga anggota Polairud, beberapa anggota Basarnas, dan seorang wartawan. Salah satu korban yang meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai Bharatu Mardi Haji, anggota Polairud. Sementara itu, korban lain yang masih dalam penanganan medis adalah Putra, anak dari pasangan Pa Tam dan Ama Mustafa, yang saat ini dibawa ke Puskesmas Payahe untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kami keluarga Polda Malut berduka atas meledaknya kapal Basarnas di perairan Gita. Semoga yang meninggal dan korban lainnya mendapatkan penanganan secepatnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis istri salah satu perwira Polairud dalam unggahan di Facebook.

Selain korban yang telah ditemukan, seorang wartawan yang diduga ikut dalam kapal tersebut masih dinyatakan hilang. Rekan-rekan seprofesi menyebutkan bahwa wartawan tersebut adalah Sahril Helmi dari Metro TV. Namun, informasi ini masih dalam proses verifikasi. Rekan-rekan wartawan juga mengungkapkan kekhawatiran mereka atas hilangnya kontak dengan salah satu kolega mereka yang biasa disapa IL. Nomor telepon IL tidak aktif sejak kejadian, dan upaya menghubungi berkali-kali belum membuahkan hasil.

“Doa kami sesama profesi wartawan, semoga IL selamat meskipun hingga saat ini korban belum ditemukan,” tulis salah satu rekan wartawan dalam grup WhatsApp.

Tim investigasi dari FaduliNews.com saat ini masih menelusuri penyebab meledaknya kapal Basarnas tersebut. Belum ada informasi resmi yang menjelaskan mengapa kapal tersebut bisa meledak. Basarnas dan pihak berwenang setempat masih melakukan pencarian terhadap wartawan yang hilang serta investigasi mendalam untuk mengungkap kronologi kejadian.

Masyarakat dan keluarga korban berharap agar proses evakuasi dan investigasi dapat dilakukan secepat mungkin. Mereka juga memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

“Semoga adik Putra mendapatkan penanganan secepatnya, dan yang meninggal dunia diterima di sisi-Nya. Amin ya Rabbal Alamin,” tulis salah satu netizen dalam unggahan media sosial.

Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh para petugas di lapangan, termasuk anggota Basarnas, Polairud, dan wartawan yang bertugas melaporkan kejadian di lokasi-lokasi berbahaya. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan keselamatan dalam operasi-operasi serupa di masa depan.

Redaksi TeropongMalut

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *