Halteng TM.com – Warga desa Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah keberatan dengan keberadaan tempat hiburan malam di Kecamatan Weda Tengah yang telah di operasikan oleh bapak Selayar.
“Sejak beroperasinya cafe tersebut, pendapatan suami kami menurun karena berdampak dengan adanya cafe yang dioperasikan oleh bapak Selayar,” kesal Yani warga desa Woebulen Kecamatan Weda Tengah Minggu, (15/09/2019) kemarin.
Selain Ibu Yani, puluhan kekesalan pun datang dari ibu-ibu rumah tangga dengan alasan yang sama. Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter Minggu kemarin bahwa bukan saja minuman keras (miras jenis beer) saja yang ada di cafe itu, tetapi ada juga disediakan perempuan malam disana. Untuk itu diharapkan kepada Pemkab Halteng agar mencabut izin beroperasinya cafe tersebut sebelum kami dari kalangan ibu-ibu mengambil langkah,” harapan sejumlah ibu-ibu yang ditemui reporter kemarin.

Banyak warga khususnya ibu rumah tangga menjadi korban akibat mendapat kekerasan dari suami yang sudah dikuasai oleh minuman keras (miras) alias mabuk. Sehingg perkelahian antara suami istri pun tak terelakan. Kami tau bahwa beroperasinya cafe tersebut menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Halteng. Namun, diminta dipertimbangkan sebelum menjadi masalah yang lebih besar dikalangan ibu-ibu rumah tangga,” pindah ibu-ibu yang ditemui.
Kami juga meminta kepada organisasi keagamaan yakni MUI Halteng agar turun tangan, sebab beroperasinya cafe tersebut tanpa melakukan sosialisasi kepada maayarakat. Jangan mengambil keuntungan diatas penderitaan ibu-ibu rumah tangga, belum lagi membiayai anak kami yang berkuliah, sementara gaji sudah habis ditempat hiburan malam,” ujar Yani.
Sejak beroperasinya cafe atau tempat hiburan malam tersebut, lanjut Yani dan sejumlah ibu-ibu yang ditemui, situasi dalam rumah tangga menjadi tidak kondusif, sehingga dikhawatirkan terjadi perceraian didalam rumah tangga. Untuk itu, sekali lagi diharapkan kepada Pemkab Halteng agar mencabut izin beroperasinya cafe di Kecamatan Weda Tengah,” tegas sejumlah Ibu-ibu yang ditemui kemarin.
Terpisah pemilik cafe yakni bapak Selayar ketika ditemui reporter dilokasi Minggu malam kemarin (malam) tak menghiraukan reporter langsung masuk kedalam kamar lalu istirahat. Kurang lebih 10 menit menunggu tak pernah keluar sehingga reporter pun meninggalkan lokasi itu tanpa mendapat tanggapan apapun dari pengelola cafe.
Ditempat yang terpisah Kepala Bidang Perizinan PTSP Pemkab Halteng Pantie Ibrahim ketika dikediaman pribadinya di desa Were Kecamatan Weda kemarin mengaku bahwa cafe yang dioperasikan bapak Selayar memiliki izin tetapi hanya izin usaha, bukan izin lain,” jelasnya singkat. (Ode/Red)




















