Labuha | Teropongmalut.com Setelah Kedua jari La Sandi Bocah Asal Gandasuli Diamputasi senin, 05 Agustus lalu, namun Kamis, 22 Agustus 2019 jari tengah La Sandi kembali diamputasi di Rumah Sakit Umum Daerah Labuha (RSUD).

Kali ini dalam Proses Amputasi korban didampingi sala seorang staf Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (PPPA KB) Mariani Oktaviana, S.Psi.
“Setelah kita berkoordinasi dengan dokter saat amputasi selesai, tangan La Sandi harus di amputasi karena dikhawatirkan lukanya merambat ke seluruh tangan makanya lebih baik di amputasi dan sekarang sudah tahap pemulihan, karena sudah diberikan perawatan juga Kata dokter ahli bedah (Dr. Alfi)” tutur Mariana Oktaviana, S.Psi atau nama sapaan Nina.
Lanjut Mariani, kita juga akan mendampingi keluarga korban untuk proses hukumnya dan saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan agar kiranya bisa membantu korban dalam pemulihan baik itu Psikologi, maupun asupan Gizi yang dibutuhkan korban (La Sandi) apa lagi dari keterangan ayah korban, sesekali korban sering mengigau ketika tidur dengan berteriak setrum berulang kali.
“Insya Allah Besok kita akan menyerahkan sedikit bantuan yang mungkin bisa digunakan untuk kedua hal dimaksud” pungkas wanita yang sering disapa nina itu saat dikonfirmasi wartawan teropongmalut.com di Rumah Sakit Umum Labuha.
Terpisah, pihak korban Jaouhar, ayah dari La Sandy berharap Polsek Pulau Bacan bisa dengan segera menyelesaikan kasus ini dan segera mendapat titik terang, siapa dan mengapa harus ada kabel di bawah Rumah yang dapat membahayakan Hidup orang lain.
“Saya butuh keadilan dan berharap masalah ini bisa diselesaikan. Terlalu sakit rasanya kalau lihat tangan La Sandi, mudah-mudahan pelaku yang sengaja maupun tidak sengaja memasang kabel itu bisa dengan segera diketahui dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku karena sudah membahayakan hidup orang lain” tegasnya dengan nada penuh harapan. (Nawir)


















