Astaga, Pimpinan dan Karyawan PLN Ini Diduga Lakukan Pungli, Begini Sanggahan PLN,

HALTENG, Teropongmalut.com – Kinerja Pimpinan dan sejumlah oknum karyawan PLN Unit Weda menjadi sorotan masyarakat terutama konsumen alias pelanggan listrik. Pasalnya, hingga kini penetapan harga pemasangan listrik (meteran) oleh PLN Unit Weda terbilang sangat besar.

Menurut masyarakat yang merupakan pelanggan ini mengaku bahwa harga meteran listrik pemasangan baru sudah terbilang aksi pungli. Sebab, ketika kami mengkroscek pada berita online ternyata harga pemasangan baru pada meteran token sangat berbeda jauh.

Ketika kami tau harga meteran yang sesungguhnya, kami pun berkesimpulan bahwa selama ini pihak PLN Unit Weda melakukan pungutan liar dari harga pemasangan baru.

“Permintaan pemasangan baru dong minta sampe 2 juta bagi 450 Voltase Amper (VA) dan 6 juta bagi 1.300 Voltase Amper (VA),” kisah salah satu sumber yang juga pelanggan listrik ini.

Aksi pungli ini saat ini membuat masyarakat resah dengan ulah mereka yang bertugas di lapangan bagian penyambungan instalasi maupun pemasangan baru. Pasalnya, selain melakukan pungutan liar tanpa melalui prosedur dalam hal pungutan dilakukan tidak disertai kuitansi, biaya pemasangan instalasi baru dipatok nilainya hingga jutaan rupiah untuk voltase 450 Ampere.

Selain itu, para oknum karyawan lapangan itu juga dikabarkan tidak memenuhi hak para pelanggan secara baik. Salah satunya, tidak langsung melaporkan status pelanggan baru ke kantor PLN di SBB hingga bertahun-tahun lamanya. Padahal para pelanggan baru ini sudah melunasi semua persyaratan biaya pemasangan.

Parahnya lagi, walau sudah mengetahui persoalan ini, pihak manajemen PLN Unit Weda, tidak pernah mengambil sikap tegas terhadap para oknum karyawan lapangan yang diduga calo tersebut. Bahkan, manejemen PLN Unit Weda justru terkesan mendukung praktik illegal tersebut terus berlanjut hingga sekarang.

Oleh sebab itu, para pelanggan ini meminta kepada pimpinan PLN Wilayah Maluku Utara untuk menyikapi hal ini dan segera mengambil tindakan tegas terhadap kinerja PLN Unit Weda, karena ulah mereka sudah meresahkan masyarakat.

Atas dugaan pungli tersebut Aparat Penegak Hukum (APH) diminta memanggil pimpinan PLN Unit Weda untuk dimintai pertanggungjawabannya atas sejumlah keluhan pelanggan tersebut. Karena bukan pertama kali terjadi, tapi sudah berulang kali terjadi,” beber warga kepada media ini.

Menurut warga lagi, apa yang dilakukan pimpinan dan karyawan di lapangan itu telah melebihi batas aturan dan hal itu terjadi hampir di semua desa.

Terkait perihal ini, Pimpinan PLN Unit Weda ini Pak Yodi mengaku jika permintaan tak wajar itu biasanya oknum, dan kalau daya 5.500 VA emang pembayarannya segitu,” ujarnya dengan logat jawa.

Yodi juga membantah bahwa kalau permintaan sudah tak wajar seperti bukan petugas PLN. Kalo PLN biasanya pelanggan bisa mendaftar sendiri di PLN Mobile Tinggal diserahkan ke pelanggan.. biasanya pelanggan bersedia membayar lebih karena ingin cepat. Tapi saya tidak pernah meminta nilai sekian kecuali ada penambahan material di lapangan,” jelasnya.

Masih perihal diatas Yodi menambahkan, Ini juga hak konsumen, Kalo konsumen ga mau kasih ga masalah. Nanti saya sampaikan ke seluruh petugas, Jika ada yang kedapatan akan langsung ditindak. Harusnya pelanggan datang ke kantor
menanyakan kenapa bayar mahal bukan malah lapor ke tempat lain. Kika memang ada oknum yang ambil kesempatan akan kami tindaklanjuti bahkan pemecatan,” tegasnya. (Odhe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *