Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, TM – Sejumlah karyawan yang bekerja pada salah satu perusahaan raksasa di Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah ini mengeluhkan sehingga meminta kepada pemerintah daerah untuk menetapkan biaya jasa angkutan bagi karyawan karena setiap tahun naik tak terkendali terkesan sesuka hati.
Selain itu, karyawan juga berharap biaya hunian kamar kosan pun diatur dengan melihat kriteria bangunan kamar kosan. Karena fakta menunjukkan semua biaya baik kebutuhan masyarakat seperti sembilan bahan pokok (sembako) dan lainnya naik dengan drastis. Apa lagi biaya di bidang perbengkelan lebih parah,” keluh Risno Pirang kepada media Rabu, (9/2/2022) sore tadi.
Menurutnya, jangan melihat dari penampilan kami sebagai karyawan yang di terima bekerja pada investasi raksasa, karena upahnya tidak raksasa seperti yang antum bayangkan. Sebab, setiap bulan kami harus membayar kamar kosan yang biayanya tak diatur oleh pemerintah daerah.
Belum lagi lanjutnya, setiap bulan kami harus membayar ongkos transportasi dan cicilan kredit motor,” pungkas Risno Pirang lagi.
Akhirnya, kami (karyawan) di istilahkan “kaya sehari miskin sebulan” akibat persoalan – persoalan seperti ini yang tidak di anggap masalah oleh pemerintah daerah.
Minimalnya habis bulan kami masih bisa diharapkan oleh keluarga kami, kalau biaya kosan, angkutan, sembako dan lainnya sudah selangit, kami sebagai karyawan bisa mati karena cuman pegang duit sehari kere sebulan, bagaimana kami bisa sejahtera,” tuntasnya.
























