Ternate, – TM – Kegiatan yang diselenggarakan Bhayangkara dan Jurnalis Hukum dan Kriminal (HUKRIM) dengan topik pembicaraan “Ngopi Bareng Sahabat Bhayangkara” dengan tema “Bacarita Kamtibmas Pileg-Pilpres 2019” bertempat Restoran Dapur Ria, Kel. Tanah Tinggi Ternate Tengah. Jumat (24/1)
Dalam kegiatan tersebut dihadirka pemateri dari Kapolres Ternate, Azhari Juanda, Bawaslu Kota Ternate, Julkifli dan Sosiolog Drs. Herman Usman untuk bacarita peran keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) menghadapi pileg-pelpres nanti.
Himbauan Kapolres Ternate.” Azhari Juanda, dalam penyampaiannya, untuk menghadapai pileg-pilpres 2019, harus lebih berahati-hati karena ada. Isu-isu hoaks yang sengaja memicah belah masyarakt.
“Saya bangga dan bahagia kita masih menjaga kondisi menjelang pileg-pilpres ini Aman, damai, sejuk dan harmoni, artinya kita mampuh menghasilkan pemilu yang berkualitas dan bermartabat.” ungkapnya
Lebih lanjut” Azhari Juanda mengatakan, Untuk mencapai pemilu yang berkualitas dan bermartabat harus membutuhkan proses yang berkualitas dan bermartabat juga, ini berarti siapa-siapa saja yang terlibat dalam pemilu, baik dari penyelenggaranya, pesertanya, petugas pengawalan dan para caleg-calegnya.
“Intinya semua pihak yang terkait dan istrumen-instrumen kibijakan itu bisa kerja sama atau kita suda bicara kerja sama. Setidaknya ada tiga tahap yang harus perlu diberlakukan, yang pertama komunikasi, kedua konrdinasi dan ketiga kolaborasi. Namun inti permasalahan-permasalahannya adalah berada pada kolaborasi, karena bicara pada tataran kolaborasi berarti pada deklarasi.”ujarnya
Terkait dengan isu-iau hoaks, kami menginginkan ada peran aktif dari rekan-rekan media untuk mengkarter bertia-berita hoaks. Jangan sampai kami dari pihak kepolisian berkerja sendiri untuk mengkarter berita-bertia-berita hoaks dan juga membantu menginformasikan bahwa berita-berita hoaks itu tidak benar.
Ini sebenarnya ada ruang media untuk mendidik masyarakat, kita tidak bisa biarkan karena isu-isu ini memang sengaja lemparkan untuk mencobloskan supaya kita tidak sadar dan diam, sebab itu bagian dari strategi agar kita masuk dalam ruang lingkup informasi orang yang tidak bertanggung jawab.”Tutur Azhari Juanda. (Kar)
























