Opini  

Magnet Partai Berkarya Dalam Meningkatkan Elektabilitas

Muliansyah Abdurrahman Penulis Adalah: Dosen Politik dan Penggerak Indonesia Setara

Oleh:

Muliansyah Abdurrahman

Penulis Adalah: Dosen Politik dan Penggerak Indonesia Setara

Partai Berkarya adalah partai bentukan keluarga cendana, dimana pada pileg 2019 kali ini menjadi bagian dari peserta pemilu, alhasil dinamika politik juga tersadra dengan segala bentuk persoalan baik internal maupun eksternal partai. Namun demikian Partai Berkarya di bawa Ketua Umum Bapak Hutomo Mandala Putra (Mas Tomy) dan Ibu Titiek Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina tetap sinergis membangun spirit (magnet) visi pembangunan kerakyatan untuk Indonesia makmur dan sentosa. Visi tersebut membuat partai berkarya semakin hari semakin bertamba tingkat elektabilitasnya, dari hari ke hari, bulan ke bulan Partai Berkarya terus di cintai, terus di ingat bahkan visi partai sudah menjadi salah satu entri point dalam perpolitikan nasioanl.

Memang sangat di akui bahwa pasca pemerintahan orde baru, keluarga Cendana hampir tidak memiliki daya di pemerintahan nasional, walaupun pengabdian keluarga cendana tidak pernah ada habis-habisnya, melihat hal tersebut kelihatanya keluarga cendana lebih fokus pada pembangunan dan pengabdian di bawah permukaan alias lebih memilih menjadi bagian dari rakyat kecil di republik ini. Tentu dari tahun ke tahun dari pemilu ke pemilu di era reformasi, pilihan keluarga dalam berkarya dan mengabdi lebih pada konteks membangun dunia ekonomi dan bisnis, bersosial di dunia sosial (pengembangan yayasan-yayasan sosial) dan terus dan selalu melihat perkembangan politik nasional, sehingga jangan heran, walaupun keluarga cendana memilih di luar, dan tetap berada pada konsistensi bagian dari politik kebangsaan secara formal dan cultural.

Anak pertama (Alm) Soeharto yakni Mbak Tutut masih berkecimpung di Partai Golkar dan mendirikan Partai PKPB dan pernah mengikuti Pileg walaupun tidak masuk dalam Parlementery Treshold (PT), kemudian Mbak Titiek dan Mas Tomy masih tetap berada pada jalur Partai Golkar dan akhirnya di Pileg 2019 seratus persen keluarga cendana masuk bergabung dan membesarkan Partai Berkarya. Isu dan dinamika Partai Berkarya mulai menjadi proses aktualisasi, transformasi dan dialektika antar person, kelompok, dan atar partai kepentingan, hal ini tak semudah apa yang akan di hasilkan oleh partai ini, maka proses yang di hadapi menjadi bagian dari meningkatkan urusan kemenangan partai berkarya tersebut.

Melihat partai berkarya dari Aceh hingga Papua menjadi sorotan penting dari kehidupan politik nasional di negeri ini, dari satu persoalan menjadi persoalan lain, dari satu justifikasi menjadi justifikasi yang lain, dari satu hujatan menjadi satu hujatan yang lain dan menjadi dari klaim politik satu orang menjadi klaim politik orang lain. Itulah kemudian penulis mencoba membedah satu persatu dinamika politik yang bagian dari membangun kedewasaan partai politik menjadi partai yang hebat, profesional dan selalu menang bahkan stabil. Partai Golkar minimal menjadi “siple” desain politik partai masa depan Indonesia, Golkar juga bagian dari partai yang di besarkan oleh Bapak Soeharto yang kini menjadi partai modern dan dalam sejarah bangsa menjadi bagian dari partai pemenang dan ikut membangun pembangunan berkelanjutan.

Partai Berkarya akan menjadi partai pemenang pemilu atau minimal masuk dalam  10 besar partai di Indonesia (PT), maka perlu dilakukan brainding partai yang memiliki dana politik stabil, trust soeharto yang juga memiliki pecinta sabang sampai mareuke, kekuatan orde baru yang peduli umat, suwasembada pangan, memiliki tokoh politik nasional seperti Mbak Titiek, Mas Tomy, Bpk Tejo, Mas Priyo, dan sejumlah kader-kader potensial dari Partai Golkar yang pindah ke Partai Berkarya, tentu semua ini bagian dari strategi ampuh partai Berkarya menuju partai yang menang.

 Trilogi Pembangunan Sebagai Pilar Penting Bangsa

          Partai Berkarya memiliki visi “Terwujudnya kehidupan bangsa Indonesia yang bertaqwa, aman, Sejahtera, Adil, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia” , visi tersebut terilhami atas kajian akademik dan pendekatan dasar negara serta melihat kondisi bangsa Indonesia yang perlu menjadi pijakan pembanguna bersama dan berlanjut. Kemudian spirit masa-masa Orde Baru yang positif dapat di lanjutkan masa kini dan akan datang, yakni trilogi pembangunan sebagai pilar pembangunan nasional yaitu; Stabilitas Nasional yang dinamis, Pertumbuhan Ekonomi yang tinggi dan Pemerataan pembangunan serta hasilnya.

          Sederet dengan visi dan transformasi praktek kehidupan bernegara tersebut diatas, partai berkarya hadir untuk menyampaikan itu lewat pesan para pengurus partai, para tokoh partai, sayap-sayap partai, anggota-anggota partai, para caleg partai berkarya, simpatisan partai dan para pecinta keluarga cendana dan pecinta Soeharto di seluruh Indonesia. Supaya partai berkarya mampu bersaing dengan partai-partai lain yang sudah menjadi bagian dari partai lama maupun partai baru, baik pesan visi kerakyatan partai berkarya maupun catatan-catatan pengabdian para caleg dan pengurus partai serta visi utama trilogi dan ekonomi kerakyatan terus di suarakan hingga diabadikan dalam kehidupan bernegara dan berkehidupan.

          Kini partai berkarya juga memperlihatkan sejumlah program kerakyatan untuk bangsa Indonesia, seperti Bolo Mart, Peternakan sapi, pertanian sayur mayur, peduli atas bencana sunami dan gempah, memberi bantuan kaum lemah dan memberikan gagasan serta pelatihan-pelatihan yakni mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia adil dan makmur. Partai berkarya masih seumur jagung, tetapi partai ini akan menjadi partai yang memiliki peluang dan kesempatan yang sama dengan partai-partai lain. Ini menunjukkan bahwa energi partai berkarya sangat positif dan memiliki magnet visi yang luar biasa mempengaruhi rakyat Indonesia dalam perpolitikan yang sehat dan membangun demokrasi politik rasional-ilmiah.

Terus Menggenjot Elektabilitas Partai

Partai berkarya wajib memproduk pembangunan nasional yang lebih baik, baik melanjutkan visi bapak pembangunan Soeharto juga menjadi wadah yang bagian dari kemoderanan masa depan Indonesia. Untuk menggenjot suara partai berkarya di seluruh Indonesia sebagai bagian dari merebut elektabilitas partai baru, maka seluruh elemen yang ada di internal partai berkarya menjadi mesin politik dalam mensosialisasi, mengintegrasikan, mempopulerkan, mengaktualisasaikan, menunjukkan karya nyata dan sebagai partai yang membangun masa depan Indonesia. Wajib menyatakan bahwa inilah Partai yang membawa misi kerakyatan dan menjawab perosoalan-persoalan rakyat Indonesia dari hilir sampai hulur.

Beberapa lembaga survei politik sudah memberikan sinyal baik atas hasil akhir partai berkarya, kalaupun sinyal tersebut sinyalir masih memiliki aspek sandaran dan referensi masing-masing, akan tetapi internal Partai Berkarya lebih optimis akan masuk angka lima besar partai politik di PT. Menurut Priyo Budi Santoso (kompas, 12 November 2018), “Partai Berkarya Optimis Raih Posisi kelima di Pileg 2019”.  Beberapa lembaga survei politik lain juga menunjukkan angka Partai berkarya sudah mencapai target 2,00 persen, ada lagi 3,45 persen serta data terakhir juga meninjukkan partai berkarya berada pada angka 4,00 persen lebih, artinya dari pergerakan partai berkarya semakin hari semakin menunjukkan angka yang lebih baik.

Biarkanlah alam dan dinamika politik yang menjawab semua ini, terakhir partai berkarya di hajar sama kader partai penguasa atau PDIP atas tuduhan bapak pembangunan Soeharto sebagai “guru korupsi”, hal tersebut tidak di terima oleh keluarga cendana, pecinta soeharto dan organisasi-organisasi yang berdiri tegak diatas loyalis partai berkarya dan bapak Hutomo Mandala Putra, maka bergerak menantang balik dan menyuarakan kembali bahwa Bapak Soeharto bukanlah guru korupsi (alias berita itu hoax), tetapi Bapak Soeharto adalah bapak pembangunan bangsa Indonesia. Kemudian muncul lagi sejumlah baliho yang mendiskreditkan era orde baru dengan kata-kata “lawan orde baru”, ini menunjukkan bahwa satu persatu mulai takut atau khawatir atas berdinya partai berkarya yang membawa misi kerakyatan dan trilogi pembangunan era baru.

Belakangan lagi Partai PSI juga sengaja menyerang pribadi bapak Pembangunan Soeharto, tapi juga tak mempan semua serangan itu, tentu Partai Berkarya secara organisatoris juga tidak tinggal diam, mereka tetap menjadi garda terdepan untuk menyikapi isu politik murahan, isu politik hoax dan isu politk yang tidak sehat. Partai Berkarya hanya menginginkan seluruh stekholder di dalam internal partai berkarya harus menunjukkan karya kekaryaanya, karya nyatanya, berkarya untuk masyarakat Indonesia jaya. Dengan itu, tentu Partai Berkarya akan meningkatkan tingkat elektabilitas dari 0,0 persen menjadi 5,05 persen. Yakin dan percaya, siapakah yang berkarya, maka dialah dan orang lain akan memetik hasil karyanya.       

Jakarta, 5 Januari 2019

IMG-20260314-WA0032
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *