Haltim—Teropongmalut.com Polemik dugaan pencemaran limbah PT Jaya Abadi Sentosa (JAS) yang merusak perairan dan budidaya rumput laut di Desa Fayul, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, hingga kini belum menemukan titik terang. Masyarakat yang menggantungkan hidup pada rumput laut semakin terpuruk akibat kerusakan yang disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Camat Wasile Selatan, Zainudin Assor, angkat bicara. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak perusahaan dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah tegas.
“Kerusakan pada rumpun rumput laut ini adalah yang paling parah. Warga kami sangat bergantung pada rumput laut, dan sekarang penghasilan mereka turun drastis. Aktivitas budidaya pun terhenti,” tegas Zainudin, Jumat (12/12/2025).
Zainudin menjelaskan bahwa penanganan kasus telah ditindaklanjuti oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Pihak kecamatan, katanya, hanya berperan sebagai pendamping dan mediator bagi masyarakat.
“Persoalan ini sudah ditangani pihak Kabupaten Halmahera Timur. Kami di kecamatan hanya memediasi, karena kami adalah perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten. Setelah rapat antara Pemerintah Desa Fayul, pihak perusahaan, dan Polsek Wasile, belum ada keputusan final,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah rapat koordinasi telah dilakukan, namun hingga kini belum menghasilkan kepastian penyelesaian dari pihak perusahaan.
“Kami sudah beberapa kali rapat, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Harapan kami—dan ini kami sampaikan dengan tegas—PT JAS harus segera menyelesaikan masalah ini. Kasihan warga kami,” ujar Zainudin menegaskan.
Camat Wasile Selatan berharap pemerintah kabupaten dan instansi terkait segera mempercepat proses investigasi serta memastikan perusahaan mengambil langkah pertanggungjawaban.
Sementara itu, masyarakat Desa Fayul terus berharap adanya kepastian dalam waktu dekat agar budidaya rumput laut dapat kembali pulih dan perekonomian warga kembali normal.
Jurnalis: Yusrin





















